Keamanan dan Penjaminan Informasi

Keamanan dan Penjaminan Informasi

 

Saat ini dunia tengah berada dalam era informasi yang merupakan tahapan lanjutan dari era prasejarah, era agraris, dan era industri. Pada era informasi, keberadaan suatu informasi mempunyai arti dan peranan yang sangat penting bagi semua aspek kehidupan, serta merupakan salah satu kebutuhan hidup bagi semua orang baik individual maupun organisasi, sehingga dapat dikatakan bahwa dalam masyarakat informasi, informasi telah berfungsi sebagaimana layaknya aliran darah sumber kehidupan bagi tubuh manusia.

 

Salah satu temuan yang memberikan pengaruh paling besar dalam masyarakat informasi adalah ditemukannya internet. Hadirnya internet sebagai bentuk teknologi baru menyebabkan manusia tidak mampu terlepas dari arus komunikasi dan informasi. Internet telah menyebabkan terjadinya satu lompatan besar dalam kehidupan. Sama halnya dengan teknologi lainnya, internet tidak bebas nilai. Teknologi akan menjadi efektif jika kita memberi perhatian pada kegunaan dari teknologi yang disesuaikan dengan nilai-nilai sosial maupun pribadi serta adanya peraturan pemerintah yang melindungi masyarakat dari dampak negatif yang ditimbulkannya.

 

Terkait dengan internet terdapat sejumlah konsep yang berhubungan yaitu telematika, multimedia dan cyber space. Istilah telematika dikenal sebagai the new hybrid of technology yang muncul karena perkembangan teknologi digital yang membuat perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika semakin terpadu atau yang biasa disebut dengan konvergensi. Konvergensi antara teknologi telekomunikasi, media dan informatika tersebut akhirnya mendorong penyelenggaraan sistem elektronik berbasis teknologi digital yang kemudian di kenal dengan istilah the net. Konvergensi itu sendiri adalah merupakan gejala yang mengemuka dalam industri jasa Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) yang muncul sejalan dengan pesatnya kemajuan teknologi elektronika pada akhir abad 20.

 


Keamanan informasi menurut G. J. Simons adalah bagaimana usaha untuk dapat mencegah penipuan (cheating) atau bisa mendeteksi adanya penipuan pada sistem yang berbasis informasi, di mana informasinya sendiri tidak memiliki arti fisik. Aspek-aspek yang harus dipenuhi dalam suatu sistem untuk menjamin keamanan informasi adalah informasi yang diberikan akurat dan lengkap (right information), informasi dipegang oleh orang yang berwenang (right people), dapat diakses dan digunakan sesuai dengan kebutuhan (right time), dan memberikan informasi pada format yang tepat (right form). Dalam membuat program keamanan informasi ada prinsip dasar yang harus dipenuhi agar sistem tersebut handal.

 

-          Confidentiality (Kerahasiaan data)

 

Prinsip ini mensyaratkan data dapat terjaga kerahasiaannya, yakni informasi atau data dapat diakses hanya oleh pihak yang berhak. Jika dalam sebuah sistem informasi, ada informasi yang seharusnya hanya bisa diakses oleh pihak tertentu saja, akan tetapi ternyata dengan sebuah metode atau teknik tertentu akhirnya dapat diakses oleh pihak lain yang tidak berhak, maka sistem informasi tersebut dianggap tidak memenuhi unsur confidentiality.

 

Misalkan saja, database rekam medis pada sebuah rumah sakit yang pada asalnya informasi di dalamnya merupakan rahasia, hanya diketahui oleh pihak-pihak yang berhak saja, misalnya dokter dan pasien yang bersangkutan. Namun jika dengan suatu teknik atau metode tertentu, database rekam medis tersebut kemudian bocor sehingga orang yang awalnya tidak mengetahui rekam medis si-A kemudian menjadi tahu, maka hal yang seperti ini berarti sistem informasi yang dibangun tidak memenuhi unsur confidentiality atau kerahasiaan.

 

-          Integrity (Keutuhan data)

Prinsip ini mensyaratkan data dapat dijamin keutuhan datanya, yakni informasi atau data hanya dapat diubah oleh pihak yang berhak. Jika dalam sebuah sistem informasi ada informasi yang seharusnya hanya bisa diubah oleh si-A, akan tetapi dapat diubah oleh pihak-pihak lain, maka sistem informasi tersebut dianggap tidak memenuhi unsur integrity.

Misalkan saja, database akademik yang menyimpan nilai-nilai mata kuliah di sebuah kampus. Pada asalnya, yang berhak merubah nilai hanyalah petugas kampus yang telah ditentukan. Namun, jika dengan sebuah metode atau teknik tertentu kemudian ada siswa yang dapat merubah nilainya sendiri, maka berarti sistem database akademik di kampus tersebut tidak memenuhi unsur integrity.

 

-          Availability (Ketersediaan data)

Prinsip ini mensyaratkan bahwa data dapat diakses ketika dibutuhkan, yakni informasi atau data tersedia ketika dibutuhkan. Jika dalam sebuah sistem informasi, ketika pengguna akan mengakses data dan informasi malah tidak tersedia atau down misalnya, maka sistem informasi tersebut dianggap tidak memenuhi unsur availability.

 

Keamanan siber (kadang-kadang disebut keamanan teknologi informasi) mengacu pada sistem dan proses yang diperlukan untuk melindungi komputer, jaringan, dan perangkat seluler dari serangan siber berbahaya. Ini bertujuan untuk mencegah pelanggaran keamanan dan menghindari akses tidak sah ke informasi sensitif.

 

Serangan siber (cyber attack) adalah serangan berbahaya yang dilakukan oleh individu, kelompok, organisasi, maupun negara. Pihak-pihak ini menyasar sistem informasi perangkat komputer, jaringan, infrastruktur, atau perangkat pribadi yang biasanya bersumber anonim. Tujuannya adalah mencuri, mengubah, merugikan, bahkan menghancurkan target yang telah ditentukan dengan cara meretas.

 

-         Jenis serangan siber

 

Ada banyak jenis serangan siber atau dunia maya. Sebelum membahas apa saja macamnya, mari lihat terlebih dahulu metode serangan tersebut. Secara garis besar, metode serangan siber diklasifikasikan menjadi 4 yaitu:

 

  • Serangan pasif. Serangan pasif dilakukan secara diam-diam di mana pelaku mencoba menyembunyikan aktivitas mereka sehingga target tidak mengetahui jika ia sedang diserang. Serangan pasif biasanya digunakan untuk mengumpulkan atau mencuri informasi sensitif dalam spionase dunia maya.
  • Serangan aktif. Serangan aktif biasanya dilakukan secara agresif yang dimaksudkan untuk mengganggu atau menghancurkan perangkat pribadi jaringan, atau bahkan seluruh infrastruktur. Jenis serangan ini dapat menargetkan individu, organisasi, atau bahkan negara.
  • Serangan orang dalam. Seperti namanya, jenis serangan ini dilakukan oleh seseorang yang telah memiliki akses resmi ke sistem yang telah ditargetkan.
  • Serangan orang luar. Serangan orang luar dilakukan oleh orang-orang yang ada di luar batas tempat target berada. Orang luar dapat berkisar dari hacker kecil hingga negara yang sedang bermusuhan.

 

Selanjutnya, mari lihat jenis serangan yang ada dalam dunia maya. Meski ini hanya sebagian kecil dari banyaknya macam serangan siber yang ada, namun sudah mencakup jenis yang paling umum dilakukan oleh para penjahat dunia maya. Di bawah ini adalah daftar macam-macam serangan siber yang populer dilakukan:

 

Serangan DDoS. DDoS atau Distributed Denial of Service adalah serangan dunia maya yang dirancang untuk mengganggu layanan, server, atau jaringan dengan lalu lintas tersendiri. DDoS membanjiri target dengan menggunakan jaringan komputer yang terinfeksi sehingga layanan tidak mampu menerima lalu lintas yang sah. Jenis serangan ini dapat memperlambat layanan hingga merayapi atau menghapus sepenuhnya layanan tersebut.

 

Malware. Malware adalah istilah umum untuk perangkat lunak berbahaya apapun yang dirancang untuk merusak atau memanfaatkan siapa pun yang menjalankannya. Malware dapat berkisar dari perangkat lunak yang dijalankan secara diam-diam untuk mengumpulkan informasi tentang korban atau membombardir mereka dengan iklan yang mengganggu, hingga mengenkripsi dan menyandera data pengguna untuk mendapatkan tebusan.

 

 

 

Rekayasa sosial. Rekayasa sosial adalah trik pengguna untuk mengungkapkan data sensitif dengan menginstal Malware, atau mentransfer uang ke pelaku dengan memanfaatkan keadaan psikologis korban. Penjahat dunia maya biasanya memalsukan situs web atau pesan. Mereka menyamar sebagai tokoh terpercaya seperti orang terkenal untuk memanipulasi agar korban tertipu dan menuruti apa yang diinginkan oleh penjahat tersebut.

 

Serangan Man-in-the-middle. Serangan Man-in-the-middle menyerang korbannya dengan cara memotong komunikasi antara komputer pengguna dan penerima seperti aplikasi, situs web, atau pengguna lain. Setelah itu, penjahat dunia maya memanipulasi komunikasi korbannya dan mendapatkan data yang diinginkan.

 

Zero-day. Jenis serangan ini mengeksploitasi kerentanan dalam perangkat lunak atau jaringan yang biasanya berada dalam kondisi ‘zero’ (beberapa hari sebelum pembaruan dirilis).

 

Cross Site Scripting. Serangan ini dilakukan dengan cara memasukkan skrip berbahaya ke dalam situs web yang dapat dipercaya untuk mengumpulkan data pribadi penggunanya. Biasanya, skrip bekerja dengan cara menyalin informasi yang diketik oleh korban pada kredensial masuk sebuah situs.

 

Injeksi SQL. Injeksi SQL atau Injeksi Structured Query Language adalah trik yang biasanya ada dalam suatu situs untuk menafsirkan dan menindaklanjuti kode SQL berbahaya. Dengan cara ini, pelaku bisa mendapatkan situs untuk menyerahkan informasi yang seharusnya dirahasiakan.

 

-         Cara mencegah ancaman dunia maya;

 

Gunakan Antimalware. Ini merupakan garis pertahanan pertama dari perangkat lunak berbahaya untuk melindungi perangkat Anda.

 

Selalu perbarui perangkat lunak. Pembaruan tidak hanya mendapatkan fitur yang terbaru. Ini juga berisi patch kerentanan penting yang bisa disalahgunakan oleh penjahat.

 

Gunakan VPN. Selalu gunakan VPN kapan pun Anda terhubung dengan internet dan jaringan Wi-Fi publik. VPN dapat mengenkripsi koneksi internet Anda sehingga tidak ada yang bisa mengintai aktivitas di internet

.

Jangan pernah membuka tautan yang tidak dikenal. Sebelum mengklik tautan yang menawarkan Anda mendapatkan hadiah atau uang, pertimbangkan apakah itu benar realita. Rekayasa sosial biasanya berkedok hadiah menggiurkan agar korban tertipu dan mengunduh Malware.

 

 

-         Kesimpulan


            Dengan terpenuhinya aspek-aspek sistem keamanan informasi dan prinsip dasar penyusunan program keamanan informasi tersebut maka sumber daya informasi terjamin dan terlindungi dari ancaman pihak-pihak yang tidak berwenang yang akan memanfaatkan data dan informasi untuk kepentingan yang merugikan organisasi atau perusahaan.

 

Dan untuk mencegah terjadinya cyber attack, maka perusahaan perlu melakukan cyber security, yaitu proses perlindungan sistem, data, jaringan, dan program dari ancaman atau serangan digital. Nah, dalam cyber security ini terdapat beberapa elemen yang sangat dibutuhkan, terutama untuk memastikan bahwa cyber security sudah benar-benar aman. Elemen-elemennya adalah: Application security, Information security, Network security, Disaster recovery/business continuity planning, Operational security, dan End-user education.

 

0 komentar: